Report SolnachtTryan's Profile

Statistics

Anime Stats
Days: 216.2
Mean Score: 7.04
  • Total Entries690
  • Rewatched0
  • Episodes13,981
Anime History Last Anime Updates
Isekai Shokudou 2
Isekai Shokudou 2
Oct 6, 4:43 PM
Watching 1/12 · Scored 9
Isekai Shokudou
Isekai Shokudou
Oct 6, 4:42 PM
Completed 12/12 · Scored 9
Isekai Izakaya: Koto Aitheria no Izakaya Nobu
Isekai Izakaya: Koto Aitheria no Izakaya Nobu
Oct 6, 4:42 PM
Completed 24/24 · Scored 8
Manga Stats
Days: 160.1
Mean Score: 7.54
  • Total Entries344
  • Reread28
  • Chapters24,136
  • Volumes1,681
Manga History Last Manga Updates
Choujin X
Choujin X
Nov 24, 6:11 AM
Reading 13/? · Scored 8
Bokutachi no Remake
Bokutachi no Remake
Jul 18, 3:31 PM
Reading 26/? · Scored 5
Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto
Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto
Jul 14, 11:44 AM
Reading - · Scored -

Favorites

Anime (10)
Manga (10)

All Comments (484) Comments

Would you like to post a comment? Please login or sign up first!
Edocchi Nov 17, 3:05 PM
Same. Ada beberapa momen yg bikin gw merinding dan tersentuh. Apalagi gw sendiri di rl juga punya masalah sama ibu kandung, we are not on good terms terakhir ketemu 3 tahun yg lalu, tapi gw inget ada masa dia pernah sangat protective. Mungkin di area itu Oshimi ingin memperlihatkan arti cinta dari sisi yg lain, tapi masalahnya psikologi di manga ini mostly disampaikan lewat gambar, bukan lewat teks. Padahal selain gambar ekspresi karakter dia lebih tepat disebut aneh, pace manga ini dan gerakan si mc sangat pasif (sejauh 75 chapter yg gw baca). Dibanding itu, mc Aku no Hana sama2 terribly insecure tapi dia terus2an melakukan sesuatu yg menggerakkan plot, bukan dia yg digerakkan plot. Dan di situ Oshimi punya visi yg jelas; kapan aksi si mc harus dihentikan dan apa yg diperlukan utk membuat sebuah arc redemption yg sempurna.

Yap, coba aja nonton Oishinbo di youtube, eng sub tapi yg komen kebanyakan orang jepang wkwk.
Kalo mau baca sesuatu yg berhubungan sama makanan tapi bukan tentang makanan, gw recommend manhwa judulnya Shall We Have Dinner Tonight. Salah satu cerita terbaik yang gw temuin tahun ini.
Edocchi Nov 10, 4:36 AM
Beda sih kalo dibandingin. Chi no Wadachi bikin pembaca merasa uneasy di setiap chapter, sedangkan Mari nggak se-intense itu karena Oshimi nggak banyak bermain dengan nilai moral, jadi sekilas ya kayak cerita gender bender pada umumnya.
Chi no Wadachi jelek. Dari zaman Aku no Hana gw tahu Oshimi nggak bagus bikin karakter dengan twisted personality. Somehow terlalu berlebihan, jadinya nggak realistis dari sifat maupun ekspresi wajah.

That's good news, tapi kemungkinan besar gw gak akan nonton Mob S3. Kecuali kalo ada yg mau ngajak nobar dan orangnya seru. Setidaknya kalo ada temen ngobrol pas nonton rasa bosannya bisa teralihkan.
Gw kira dengan berhenti nonton anime baru gw bakal bisa lebih fokus sama upcoming sequel, tapi ternyata emang gw udah di titik puncak ketidaktertarikan dengan anime dan manga. Sekarang aja bisa dihitung jari satu tangan apa aja sequel yg masih gw lirik. Diri gw lima tahun yg lalu pasti gak akan nyangka kalo di masa sekarang gw akan nolak utk nonton sequel anime seperti Mob atau Aria.

Iya, dua yg lainnya Mister Ajikko dan Cooking Papa. Oishinbo jelas yg paling berat temanya karena kadang nyerempet ke politik juga. Gw nggak bisa bilang banyak karena baru nonton sekitar 1/3 dari keseluruhan jumlah eps, tapi Oishinbo bener2 easy to watch. Mungkin nggak seseru Shokugeki, tapi kalo buat menemani makan Oishinbo salah satu tontonan favorit gw. Atmosfer anime ini chill banget. Kadang ada freeze frame di akhir episode yg ngingetin gw sama anime Dezaki.
Edocchi Oct 29, 8:15 PM
Gw ngomongin anime masak sama orang jepun kemarin. Baru tahu kalo di genre gourmet juga ada semacam Big 3 dulu di dekade 80-90. Nah salah satunya ternyata yang gw pernah nonton dan lupa judulnya itu, judulnya Oishinbo. Gw belum ngecek 2 yang lain, tapi kata dia sih Oishinbo memang yg paling bagus. Gw paham kenapa ni manga/anime punya influence cukup besar di sana, isinya tentang appreciating food dan makanannya makanan jepang semua, sejauh yg gw tonton juga banyak bahan/resep obscure juga. At times it feels like it was intended towards Japanese exclusively, jadinya penonton gaijin bakal susah untuk dapet emotional attachment. Tapi animenya menarik bgt sih asli.
Edocchi Oct 9, 7:51 AM
Review di page s2 buatannya user oggeswag. Gw pernah ngobrolin Mob sama dia juga di pm. Coba lu baca dah.
Fans shounen itu sama mudahnya dipancing oleh industri anime. Kasih aja action dengan animasi bagus, mereka pasti suka. Apalagi kayak Mob s2 ini yg aspek perkembangan karakternya ada dan jelas, mereka bakal merasa it's the best thing ever dan menjadikan itu sebagai tameng. Padahal anime itu nggak melulu soal perkembangan karakter. Faktanya, orang2 yang paham apa yg membuat sebuah anime shounen itu bagus malah yang bukan fans shounen. Kekecewaan gw sama Mob s2 hampir sama kayak Gintama s4 (2015). Jadi banyak action-nya dan jadi nggak lucu sama sekali. They turned into what they made fun of. Tapi justru season tersebut yg jadi favorit para shounentard.

Oh kirain udah baca manga Oshimi yg satu ini. Ceritanya penuh spoiler sih jadi susah untuk dijelaskan. Di akhir cerita ada plot twist besar yg sangat kontroversial. Gw pribadi merasa itu twist yg buruk, tapi gw bisa apresiasi idenya. Sebenernya Aku no Hana pun, dalam skala yg lebih kecil, punya momen2 twist yg bikin kita wondering apa yg sebenarnya terjadi. Tapi di sana somehow bisa work gitu aja dan bikin narrative-nya terasa lebih deep. Satu contohnya post-timeskip Sawa "refuses to elaborate" awkwk, gw merinding bacanya ya karena gw setuju responnya Sawa bakal begitu. Jadi di Aku no Hana Oshimi sukses nulis karakter yg weird tapi at the same time juga cukup realistis (dalam ukuran premise yg dia buat sendiri). Sedangkan di karya yg lain gw merasa dia melebihi batas yg dia buat sendiri, di Mari malah plot twist-nya bener2 out of nowhere, unrealistic dari semua sisi.
Edocchi Oct 7, 7:05 PM
Menurut gw Mob di s2 juga jadi generic. Atau lebih tepatnya jadi lebih kayak anime shounen "normal" pada umumnya (jauh lebih banyak geludnya dan lebih serius, dan ada character development). Mungkin sepintas terdengar seperti sesuatu yg positif, tapi buat gw justru s2 rusak karena itu. Daripada gw panjang jelasin, coba lu baca review di page mal nomor dua dari atas, literally seluruh pendapat gw ada di situ. Intinya, it has turned into what it made fun of. Sayang banget padahal s1-nya solid dan terkonsep dengan cukup cerdas.

Mari & Chi no Wadachi meskipun sama lulz nya tapi masih punya intrigue yg mengundang pembaca untuk menganalisis tokoh2nya. Kalau Happiness di awal2 aja gw udah males, dan endingnya bisa mengecewakan gitu padahal gw nggak berekspektasi apapun wkwk.

Hmm, gw udah nonton Isekai Shokudou dan nggak suka. Anime masak setau gw cuma Toriko, Shokugeki, sama satu lagi lupa judulnya.
Kalau mau, ini bukan anime tentang masak, tapi ini anime isekai yg cukup relaxing. Judulnya Hamefura. Genrenya reverse harem wkwk. It was a pleasant surprise, honestly. Kalau s1 Mob Psycho itu menertawakan dan memparodikan anime shounen in a way, s1 Hamefura juga sama tapi terhadap genre isekai.
Edocchi Oct 6, 5:51 PM
Bukan karena annoying sih. Gw cuma nggak suka aja sama orang yg easily attracted sama gituan, ya hampir sama kayak gmna gw memandang fans anime cgdct ataupun wibu waifufag. Hampir semua fans hololive laki-laki kan, coba aja kalo vtuber itu cowok ikemen semua, gw yakin mereka gak akan suka (dan gantinya fansnya jadi cewek semua). Ya semudah itu "memancing" wibu. Industrinya tahu akan hal itu dan memanfaatkannya, gw nggak menyalahkan mereka. Gw udah nonton beberapa video vtuber terkenal, dan di mata gw sama sekali gak ada nilai atau kualitas di dalamnya seperti anime dengan animasinya atau manga dengan artworknya. Yang para vtuber ini lakukan cuma being cute and funny aja. Itupun para wibu gak akan peduli sama funny-nya kalau mereka nggak cute.

OPM cukup fresh kok (pada masanya) walaupun konsepnya simpel. Tapi ceritanya memang harus carried by animation/artwork sih, kalo enggak ya liat aja apa yg terjadi ke s2 animenya. Nah kalo BnHA itu baru gw bilang generic, bukan cuma konsep keseluruhannya tapi juga dari scene per scene. Gw nonton arc turnamen sampe pengen mukul layar saking gregetan. Bahkan anime bocah kayak Digimon/Pokemon aja nggak semurahan ini bikin ide dan twist untuk ngebuat karakternya menang/kalah. HxH terlihat sangat genius kalo gw bandingin sama BnHA.

Lah gw jadi teringet TG-nya Oshimi Shuuzou, Happiness. Wkwkwk, tuh manga parah banget. Bukti kalo Oshimi sebenernya cuma "beruntung" aja bisa bikin manga psychological sebagus Aku no Hana wkwk. TG lebih condong ke action/fight nya sih ya jadi gw masih bisa overlook sisi edgy-nya. Dari yg lu jelasin sepertinya CX lebih aman dari jurang itu, apalagi kalo si Tokio bukan tipe crybaby, ya meskipun dia masih termasuk kategori pathetic hero at least ada yg bisa diharapin dari hubungan dia sama si temennya (gw baca profilnya sekilas ternyata childhood friend). I mean it shouldn't be hard to make a better Kaneki & Hide.
Edocchi Oct 5, 4:35 PM
Nggak tau gib, gw cukup anti sama vtuber. Gw merasa vtuber itu bentuk terrendah dari eksploitasi "cute anime girls". Wibu akan menonton apapun yg berbau moe. Gw sendiri nggak paham apa daya tariknya, jujur gw udah unfriend banyak orang cuma karena tau mereka suka hololive wkwk.


Gw bukan fan dan nggak baca karya2nya Ishida, tapi gw bisa relate sama rasa excited ketika kita baca karya2 lain dari author yg kita suka terus nemu connection & easter egg. Dari situ bisa diliat juga gimana si author berkembang sebagai penulis. Seru sih, ada keseruan tersendiri, cuman gw gak punya mangaka favorit jadinya hampir gak pernah merasakan itu di media manga.
Oh ya, menurut lu emangnya cerita superhero seperti yg lu sebutin itu kenapa? Jadi generic kah?
Dealka97 Oct 4, 10:53 PM
Halo juga wkwkwk. Lanjut di discord yak
Edocchi Oct 4, 4:41 PM
Lupa juga, sekitar segitu keknya. Wkwkwk, pochi memang mantab.

Btw, gimana Choujin X sejauh ini? Masih update/overview chapter di fp kah?
Edocchi Oct 2, 1:27 PM
Yoi, plotnya "seru" sih, tapi sayangnya kurang kejam untuk cerita dengan tema yg berhubungan dengan kematian.
Kalo si author punya manga lain pasti udah gw baca karena gw yakin dan mau memastikan kalo apapun genre yg dia buat pasti bakal seberantakan ini, awkoawkok.
Nggak nyangka sih bakal dibikin anime. But hornily speaking, gw lebih tertarik sama Ane Naru Mono. Sayangnya yang akan diadaptasi bukan doujinnya tapi manganya :(
Edocchi Sep 15, 10:22 AM
Udah lama itu ada di list. Aslinya ada lebih dari 15 judul di reading list (mungkin ada 30-an) tapi sejak dua tahun lalu males nambahin jadinya keliatan di angka segitu terus. Sejak itu gw lebih suka nyari manga yg udah tamat biar sekali add to list langsung di completed list. Tapi ternyata susah juga buat binge-read, jadinya balik baca judul2 yg udah ada situ (tinggal pencet + juga, nggak ribet wkwk). Mungkin kelebihannya Shuumatsu no Harem itu bisa bikin gw nggak males ngecek update tiap sebulan sekali. Sayangnya ini bukan hentai, padahal di chapter terbaru akhirnya bisa segs sama Elisa. Sia-sia gw ngaceng 80 chapter.
Edocchi Jul 14, 9:58 AM
Bener juga sih. Fandomnya sekarang selevel ama fandom seri romcom lain, atau apapun yg ada waifu2an macem Re:zero. Romcom yg masih gw taruh harapan sekarang cuma Spy x Family. Kualitasnya masih belum ada penurunan berarti, dan sejauh yg gw baca, ga ada potensi mengarah ke perdebatan pointless seperti siapa best girl atau ship war.
Edocchi Jul 13, 7:37 PM
Kalo yg sampe cringe parah keknya ga ada sih. Paling deket mungkin kasus Chika dance. Gw sebel aja liat meme bocil yg ngelompokin Chika di daftar side chars yg lebih populer dari mc. Tapi itu nggak sampe bikin gw terganggu sih.

Keresahan gw udah bukan di bocil shounen lagi, tapi fans slice of life. Specifically mereka yg merasa penikmat sol itu lebih dewasa drpd penikmat battle shounen atau genre lain. Biasanya ini para moetard dan waifutard, bersembunyi di balik statement tadi, padahal mereka cuma wibu yg gak bisa enjoy anime kalo gak ada cute girls-nya. The worst kind of weeb in my book.

Anyway soal Holyland. Man, gw gak akan mikirin sejauh itu. Karena, imo, Holyland is unadaptable. Kalo ada adaptasi anime suatu hari nanti, gw gak akan nonton. Coba lu liat adaptasi drama Holyland tahun 2005. It's an insult to the manga. Aspek martial art nya jelek banget, jelas, tapi bukan itu masalah utamanya. Kalo lu baca manga Mori, dia sering cantumin author's note. Itu salah satu hal yg paling gw suka dari karya Mori. Selain relatable, gw bisa merasakan effort dan pov dia dalam melakukan research dan mengamati environment & human nature. Tanpa author's note + monolognya Yuu, mau sebagus apapun animasinya, Holyland tetep bakal menjadi sebuah cangkang kosong.
Edocchi Jul 5, 1:48 AM
Buset Makima tipe gw banget ini. Apa boleh buat sepertinya harus baca sambil nahan horny.
Denji my man, isi kepalanya sama persis kaya gw awkowkak
Edocchi Jul 3, 9:21 AM
Sip, nanti gw coba baca Chainsaw Man. Duuh, ceweknya hot hot pula 🥵

Fandom OP gak bisa nerima criticism. Udah biasa. At least fandom OP selalu on topic, gak kayak fandom2 sebelah wkskwk